Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Bekasi Perkuat Pengawasan Partisipatif Bersama Kepala Sekolah SMA Se-Kabupaten Bekasi

kegiatan sosialisasi di KCD

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Bapak Akbar Khadafi memberikan materi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula kepada Kepala Sekolah SMA se-kabupaten Bekasi pada Kegiatan yang di selenggarakan oleh Kepala KCD Wilayah III Provinsi Jawa Barat pada Rabu (21/10/2026).

BEKASI — Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 3 Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pengawas partisipatif bagi pemilih pemula yang bertempat di Aula KCD Wilayah 3 Jawa Barat. Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh KCD ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi hadir sebagai narasumber yang diwakili oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Bapak Akbar Khadafi, dengan peserta para Kepala Sekolah SMA se-Kabupaten Bekasi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh proyeksi Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang, di mana suara pemilih muda, khususnya Generasi Z dan milenial, diprediksi akan mendominasi hingga 60 hingga 70 persen dari total daftar pemilih. Pelajar SMA yang akan memasuki usia pemilih pemula dinilai sebagai kelompok strategis sekaligus rentan terhadap berbagai pelanggaran seperti hoaks, ujaran kebencian, politisasi SARA, hingga politik uang karena pengalaman politiknya yang masih terbatas.

Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Bapak Akbar Khadafi menekankan pentingnya peran aktif sekolah dan para kepala sekolah dalam menanamkan kesadaran politik serta literasi demokrasi sejak dini. Sekolah diposisikan sebagai tempat strategis untuk membentuk karakter peserta didik agar tidak bersikap apatis terhadap pemilu, melainkan menjadi pemilih yang kritis, cerdas, dan berintegritas.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam materi tersebut meliputi:

  • Peran Strategis Sekolah: Mengintegrasikan materi pemilu ke dalam kegiatan pembelajaran seperti PPKn, kegiatan OSIS, ekstrakurikuler, serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap netral dari aktivitas kampanye di luar ketentuan.
  • Tantangan di Lingkungan Sekolah: Mengatasi kerentanan pelajar terhadap penyebaran informasi palsu/hoaks di media sosial serta meningkatkan pemahaman siswa terkait pencatatan dan pengecekan data pemilih.
  • Kolaborasi dan Tindak Lanjut: Mendorong pembentukan kader atau duta pengawasan pemilu di sekolah melalui program kolaboratif bersama Bawaslu.

Melalui inisiatif dari KCD Wilayah 3 Jawa Barat serta sinergi bersama Bawaslu, diharapkan para pemilih pemula di Kabupaten Bekasi tidak hanya menjadi subjek suara saat pemilu, tetapi juga mampu bergerak secara efektif sebagai mitra pengawas partisipatif guna mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis : Amp_id

Foto : M. Irfan