Melalui Kelas Inspirasi Politik di MAN 1 Bekasi, Bawaslu Ajak Generasi Muda Menjadi Pemilih Cerdas dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045
|
BEKASI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi terus berkomitmen dalam memperkuat pengawasan partisipatif, khususnya di kalangan pemilih pemula. Dalam upaya membangun fondasi demokrasi yang kuat, Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (PPDatin), Khoirudin, S.H.I., M.H., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kelas Inspirasi Politik Tahun Anggaran 2026.
Acara yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi ini dilaksanakan di MAN 1 Bekasi. Di hadapan para siswa, Khoirudin menyampaikan materi strategis dengan tema "Menyiapkan Generasi Emas Demokrasi: Membangun Karakter Kritis, Partisipatif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045".
Dalam pemaparannya, Khoirudin menekankan bahwa suara pemuda memiliki kekuatan nyata yang sangat mendominasi peta politik nasional. Saat ini, lebih dari 56% total pemilih di Indonesia berasal dari generasi Milenial dan Gen Z. Angka tersebut menegaskan bahwa arah demokrasi dan masa depan kepemimpinan nasional berada langsung di tangan kaum muda.
"Generasi muda bukan sekadar penonton, melainkan pilar utama transformasi demokrasi kebangsaan. Kesadaran politik kaum muda akan menentukan kualitas pemimpin bangsa untuk lima tahun ke depan," ujar Khoirudin.
Tiga Pilar Karakter & Tantangan Era Digital
Khoirudin menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh generasi muda dalam membentuk karakter pemilih cerdas, yaitu:
Cerdas Politik: Mampu memahami hak konstitusional, kebijakan publik, serta menganalisis gagasan politik secara rasional.
Berintegritas: Menolak segala bentuk politik uang (money politics), kampanye hitam, hoaks, dan memprioritaskan kejujuran berdemokrasi.
Berwawasan Demokrasi: Menghargai perbedaan pendapat serta menjunjung tinggi nilai inklusivitas, keadilan, dan kesetaraan hak bersuara.
Di era digital, tantangan manipulasi informasi menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pemilih pemula. Media sosial telah bertransformasi menjadi panggung politik utama, namun di sisi lain juga menjadi lahan subur bagi penyebaran disinformasi dan hoaks yang dapat memecah belah persatuan. Oleh karena itu, Khoirudin menyerukan gerakan "Saring Sebelum Sharing" sebagai perlindungan mutlak bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam provokasi digital.
Komitmen Tolak Politik Uang dan Laporkan Pelanggaran.
Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Khoirudin mengimbau dengan tegas agar para siswa MAN 1 Bekasi sebagai calon pemilih pemula berani menolak praktik politik uang, baik berupa pemberian uang/barang, serangan fajar, maupun imbalan materi lainnya.
"Tolak dengan sopan dan tegas. Jangan jual suaramu dengan harga apa pun. Jika menemui dugaan pelanggaran, segera simpan bukti seperti foto atau video, lalu laporkan ke pengawas pemilu terdekat (Bawaslu, Panwaslu Kecamatan, atau Panwaslu Kelurahan/Desa), ataupun secara wadaring melalui aplikasi Sigap Lapor," jelasnya.
Bawaslu juga mengingatkan terdapat empat jenis pelanggaran pemilu berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017 yang perlu diwaspadai bersama, yakni Pelanggaran Administratif, Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu, Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara, dan Pelanggaran Hukum Lainnya.
Tips Menjadi Pemilih Cerdas
Di akhir sesinya pada Kelas Inspirasi Politik tersebut, Khoirudin membagikan lima tips praktis bagi generasi muda untuk menjadi pemilih cerdas:
Pastikan Terdaftar di DPT: Cek nama secara mandiri melalui website resmi KPU atau aplikasi Cek DPT Online.
Kenali Calon dan Partai: Pelajari dan analisis rekam jejak, latar belakang, serta visi-misi calon pemimpin.
Tolak Politik Uang: Jaga kemandirian bangsa dengan menolak segala bentuk suap.
Lawan Hoaks dan Ujaran Kebencian: Lakukan verifikasi informasi dan laporkan konten negatif ke Kominfo atau Bawaslu.
Datang ke TPS: Gunakan hak pilih secara langsung, bebas, dan rahasia pada hari pemungutan suara.
Melalui sinergi dalam kegiatan Kelas Inspirasi Politik bersama Bakesbangpol Kabupaten Bekasi ini, diharapkan para pelajar di MAN 1 Bekasi dapat menjadi pelopor pemilih cerdas yang siap mengawal demokrasi Indonesia ke arah yang lebih berintegritas.
“Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”.
Penulis dan Foto : Amp_id