Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Kabupaten Bekasi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pelajar Menuju Demokrasi 2045
|
TAMBUN SELATAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengawal proses demokrasi yang bersih, berintegritas, dan berkualitas. Melalui program edukasi politik dan pengawasan partisipatif di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA), Bawaslu hadir langsung membekali para pemilih pemula agar siap menjadi motor penggerak demokrasi.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kelas Inspirasi Politik Tahap III bertema “Menyiapkan Generasi Emas Demokrasi” di Aula SMAN 5 Tambun Selatan, Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM), H. Syahroji, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam menentukan arah masa depan bangsa.
"Masa depan demokrasi Indonesia ada di tangan anak muda. Langkah edukasi ke sekolah-sekolah ini menjadi fondasi krusial dalam menyambut visi besar Indonesia Emas 2045. Kita ingin pelajar tidak hanya menjadi penonton atau target suara, melainkan aktor utama dan penggerak perubahan yang sadar akan hak serta kewajibannya," ujar Syahroji di hadapan para siswa.
Syahroji menjelaskan bahwa siswa-siswi SMA merupakan representasi dari pemilih pemula—generasi Z yang memiliki potensi besar namun rentan terhadap paparan disinformasi, politik uang (money politics), serta isu SARA di media sosial. Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Bekasi menilai pentingnya membekali mereka dengan literasi digital dan pemahaman regulasi sejak dini.
Dalam pemaparannya, Bawaslu tidak hanya mengajarkan tata cara prosedural di TPS, melainkan menanamkan nilai-nilai substansial pengawasan demokrasi melalui tiga pilar utama:
- Berani Menolak Politik Uang: Membentuk karakter pelajar yang berintegritas dan dengan tegas menolak segala bentuk suap atau politik uang (money politics).
- Melawan Hoaks dan Disinformasi: Mengedukasi siswa cara menyaring informasi sebelum membagikannya demi menjaga ruang siber yang sehat dan kondusif.
- Pengawasan Partisipatif: Mengajak siswa untuk aktif dan berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungan sekitar mereka melalui kanal-kanal resmi Bawaslu.
Melalui sinergi edukasi ini, Bawaslu Kabupaten Bekasi berharap lahir generasi muda yang kritis, berintegritas, serta mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi, baik di Kabupaten Bekasi maupun Indonesia secara luas.