Lompat ke isi utama

Berita

Bekal Buat Pemilih Pemula : Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi Bedah Strategi Jaga Demokrasi di Kelas Inspirasi Politik

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi hadir sebagai narasumber dalam Kelas Inspirasi Politik dengan tema “Menyiapkan Generasi Emas Demokrasi” Kamis (23/4/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi (tengah) hadir sebagai narasumber dalam Kegiatan Kelas Inspirasi Politik dengan tema “Menyiapkan Generasi Emas Demokrasi” Kamis (23/4/2026).

Bekasi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi - Hadir sebagai Narasumber, Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi, memberikan wawasan mendalam kepada generasi muda mengenai pentingnya peran aktif mereka dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Sebagai pengawal demokrasi, Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi hadir untuk membedah tantangan serta peluang menuju Indonesia Emas 2045 melalui perspektif pengawasan pemilu. Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi hadir di tengah-tengah pemuda dalam Kegiatan Kelas Inspirasi Politik dengan tema “Menyiapkan Generasi Emas Demokrasi” Kamis (23/4/2026).


Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa anak muda bukan hanya objek politik, melainkan subjek penting dalam pengawasan partisipatif. Literasi digital dan keberanian melawan politik uang adalah senjata utama kita menuju Indonesia Emas 2045.

Akbar menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar datang ke TPS untuk mencoblos. Generasi muda harus memastikan demokrasi berjalan secara substansial, di mana nilai-nilai kejujuran dan keadilan tetap terjaga di luar proses formal pemungutan suara.

Mengingat keterbatasan jumlah personel Bawaslu, keterlibatan pemuda dalam Pengawasan Partisipatif sangat krusial. Pemuda diharapkan menjadi "mata dan telinga" Bawaslu dalam mendeteksi pelanggaran di tingkat akar rumput.

Ketua Bawaslu kabupaten Bekasi menyoroti tiga ancaman utama yang sering menyasar generasi muda:

1.  Politik Uang (Money Politics): Merusak mentalitas calon pemimpin & pemilih.

2. Berita Bohong (Hoax): Memecah belah polarisasi sosial.

3. Politisasi SARA: Mengancam persatuan bangsa.

Strategi Menuju Generasi Emas Demokrasi :

• Literasi Digital: Kritis dalam menerima informasi dan tidak menjadi penyebar berita yang belum terverifikasi.

• Berani Melapor: Menggunakan kanal resmi Bawaslu (seperti aplikasi Sigap Lapor) jika menemukan dugaan pelanggaran.

• Pendidikan Politik: Mengedukasi lingkungan sekitar (keluarga dan teman) mengenai pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak, bukan iming-iming materi.

Strategi Menuju Generasi Emas Demokrasi :

• Literasi Digital: Kritis dalam menerima informasi dan tidak menjadi penyebar berita yang belum terverifikasi.

• Berani Melapor: Menggunakan kanal resmi Bawaslu (seperti aplikasi Sigap Lapor) jika menemukan dugaan pelanggaran.

• Pendidikan Politik: Mengedukasi lingkungan sekitar (keluarga dan teman) mengenai pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak, bukan iming-iming materi.

Mari jadi pemilih cerdas dan pengawas yang berintegritas. Karena masa depan bangsa, ada di tangan kita yang peduli!

Editor : Lisna Trisnawati