Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Resmi Lantik 1.835 PNS Secara Daring dan Luring

awaslu melantik 1835 CPNS secara daring dan luring pada Selasa (19/5/2026). Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda, Deputi Bidang Administrasi La Bayoni, Deputi Dukungan Teknis Yusti Erlina, dan Inspektur Utama Rini Wartini.

Bawaslu melantik 1835 CPNS secara daring dan luring pada Selasa (19/5/2026). Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda, Deputi Bidang Administrasi La Bayoni, Deputi Dukungan Teknis Yusti Erlina, dan Inspektur Utama Rini Wartini.

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi melantik 1.835 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam sebuah acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bawasluu yang digelar secara hibrida (gabungan daring dan luring) pada Selasa (19/5/2026). Langkah ini menjadi upaya strategis Bawaslu untuk memperkuat jajaran birokrasi dan meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu di seluruh wilayah Indonesia.

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Bawaslu RI. Tampak hadir Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda, dan Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait. Turut mengawal jalannya prosesi pengangkatan ini, Deputi Bidang Administrasi La Bayoni, Deputi Dukungan Teknis Yusti Erlina, dan Inspektur Utama Rini Wartini.

Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, mengingatkan para PNS yang baru dilantik agar fokus pada tujuan hidup dan karier mereka selama mengabdi di Bawaslu. Ia meminta mereka tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain ataupun membandingkan instansi Bawaslu dengan lembaga lainnya.

Menurut Ferdinand, setiap lembaga memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, termasuk Bawaslu. Salah satu perbedaannya adalah keberadaan komisioner di Bawaslu, hal yang tidak ditemukan di pemerintah daerah (pemda).

“Jangan menoleh ke mana-mana, fokus saja pada tujuan hidup kalian. Kalian harus memiliki kebanggaan tersendiri bekerja di Bawaslu,” ujarnya saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS Bawaslu yang digelar secara daring dan luring pada Selasa (19/5/2026).

Ia juga berpesan agar para PNS tersebut senantiasa menjaga kewarasan dan kesehatan mental selama bekerja. Menurutnya, kinerja yang baik hanya dapat dihasilkan oleh pribadi yang mampu menjaga kondisi mental dan cara berpikirnya tetap sehat. "Layaknya orang beribadah, syarat orang bekerja itu harus waras. Sebab, hanya orang-orang waras yang bisa berpikir dengan baik,” tutur Ferdinand.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya aspek moralitas, bahwa adab kedudukannya berada di atas ilmu. Dalam budaya kita, lanjut Ferdinand, adab merupakan hal yang sangat mendasar. Senada dengan Sekjen, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja juga mengingatkan para PNS untuk selalu menjaga adab dalam bekerja. Ia pun meminta mereka untuk mengenali atasan di lingkungan kerja masing-masing.

"Biasakan untuk saling menyapa jika bertemu. Kenali pimpinan tempat Anda bekerja," kata Bagja.

Selain itu, Bagja meminta PNS yang baru dilantik untuk membina hubungan baik dengan ketua dan anggota Bawaslu, serta selalu memperhatikan jadwal pemilu dan pemilihan yang sedang berjalan

Sebagian peserta mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan secara luring di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Selasa (19/5/2026), sementara ribuan peserta lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat melalui ruang virtual (daring).

Dengan bertambahnya 1.835 personel baru ini, Bawaslu berharap roda organisasi serta fungsi dukungan teknis maupun administratif di tingkat pusat hingga daerah dapat berjalan jauh lebih optimal, responsif, dan siap menghadapi tantangan dinamika demokrasi ke depan.

Penulis : Lisna Trisnawati