Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi Sampaikan Materi Epistemologi Pengawasan Pemilu pada Road Show Pendidikan Politik bagi Pelajar Tahap IV

Anggota Bawaslu Kab Bekasi, Shahril Hasibuan tengah memberikan Materi

Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi Shahril Hasibuan sedang memberikan materi pada Kegiatan Road show pendidikan politik bagi pelajar dalam rangka meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi Muda (tahap IV) dengan tema kegiatan Membangun generasi muda cerdas politik, berintegritas dan berwawasan demokrasi. Kamis (23/06/2026)

BEKASI, 23 Juni 2026 – Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS), Shahril Hasibuan, menjadi narasumber dalam kegiatan Road Show Pendidikan Politik Bagi Pelajar dalam Rangka Meningkatkan Kesadaran Demokrasi di Kalangan Generasi Muda (Tahap IV) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bekasi, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh para siswa dan siswi SMK Bina Prestasi tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Muda Cerdas Politik, Berintegritas, dan Berwawasan Demokrasi”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman politik serta menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan pemilih potensial sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Shahril Hasibuan menyampaikan materi bertajuk “Epistemologi Pengawasan Pemilu” yang mengupas dasar-dasar pengetahuan mengenai pengawasan kepemiluan, hubungan antara demokrasi dan pengawasan pemilu, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga integritas proses demokrasi. Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda sebagai pemilih masa depan. 

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan akan membentuk karakter generasi muda yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak politiknya. Oleh karena itu, pelajar perlu dibekali pengetahuan mengenai proses demokrasi, sejarah pengawasan pemilu, serta berbagai tantangan yang dapat mengancam kualitas pemilu, seperti politik uang, kampanye hitam, penyebaran hoaks, penyalahgunaan politik identitas, hingga pentingnya menjaga netralitas aparatur negara. 

Shahril juga menegaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga demokrasi yang sehat. Melalui keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, potensi pelanggaran pemilu dapat dicegah sejak dini sehingga pelaksanaan pemilu dapat berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bekasi berharap para pelajar tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab, tetapi juga mampu menjadi pelopor demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan pemahaman politik yang baik, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas menuju Indonesia yang lebih maju dan berintegritas.

Penulis dan Editor : Amp_id
Foto : Humas Bakesbangpol Kab BekaSI