Lompat ke isi utama

Berita

Gen Z Dominasi 60% Pemilih, Bawaslu Kabupaten Bekasi Jaring Pengurus OSIS Jadi Pelopor Pengawas Partisipatif

pembukaan kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, beserta Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Kepala Sekretariat, kepala KCD Wilayah 3 Prov Jawa barat dan Ketua KPU Kabupaten Bekasi mengikuti Kegiatan Pembukaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif yang diselenggarakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Bekasi, Kamis, 11 Juni 2026.

BEKASI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif secara luar jaringan (luring) bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diinisiasi secara serentak oleh Bawaslu Republik Indonesia di tahun 2026.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk keberlanjutan dari komitmen jangka panjang Bawaslu dalam merangkul masyarakat untuk mengawal pemilu.

"Ini adalah program prioritas nasional dari Bawaslu. Dulu namanya SKPP (Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif), sekarang namanya Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Bawaslu Kabupaten Bekasi sendiri sebenarnya memiliki hampir 1.200 lebih kader, namun yang kita undang khusus sekarang adalah rekan-rekan dari pengurus OSIS dari masing-masing sekolah," ujar Akbar Khadafi di sela-sela kegiatan.

Langkah strategis menggandeng pengurus OSIS tingkat SMA/MA se-Kabupaten Bekasi ini didasarkan pada besarnya porsi suara generasi muda dalam konstelasi politik saat ini. Akbar menekankan pentingnya memberikan pemahaman politik yang sehat sejak dini kepada mereka.

"Untuk ke depannya, kita akan mewujudkan pemilih pemula yang melek akan politik dan demokrasi. Mengingat saat ini, sekitar 60% pemilih di Indonesia didominasi sekali oleh Gen Z dalam pemilihan," tambah Akbar.

Agenda strategis ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, serta jajaran Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi. Hadir pula unsur pemerintah daerah dan pendidikan, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, serta Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 3 Provinsi Jawa Barat.

Sebanyak 20 pelajar pilihan yang hadir dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah mereka. Melalui pendidikan luring ini, para peserta tersebut diberikan pembekalan intensif mengenai pemetaan kerawanan pemilu, penanganan dugaan pelanggaran, hingga strategi menangkal hoaks serta politisasi SARA di media sosial.

Pasca-terlaksananya kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bekasi menaruh harapan besar kepada seluruh peserta yang hadir. Bawaslu berharap para pelajar pilihan ini mampu menginisiasi dan membentuk kelompok-kelompok pelajar yang peduli terhadap isu demokrasi di lingkungan mereka masing-masing. Melalui wadah tersebut, generasi muda diharapkan dapat ikut serta secara aktif dalam membangun iklim demokrasi di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dengan terciptanya ruang literasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Bekasi optimis para peserta mampu menyebarluaskan semangat pengawasan partisipatif ke ekosistem pendidikan dan komunitas mereka, demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di Bumi Swatantra Wibhawa Mukti.

Penulis dan Editor : Amp_id

Foto : M Irfan